Penyakit Kanker Payudara

Kanker payudara adalah keganasan pada sel-sel yang terdapat pada jaringan payudara, bisa berasal dari komponen kelenjarnya (epitel saluran maupun lobulusnya) maupun komponen selain kelenjar seperti jaringan lemak, pembuluh darah dan persarafan jaringan payudara.

Saat ini, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua akibat kanker pada wanita, setelah kanker leher rahim dan merupakan kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Secara umum angka kejadian kanker payudara lebih rendah pada negara-negara yang sedang berkembang dibandingkan dengan negara-negara yang sudah maju. Para peneliti meyakini bahwa keadaan sosioekonomi, perubahan gaya hidup serta perubahan pola menstruasi, ternyata berkaitan dengan peningkatan risiko untuk terjadinya kanker payudara.

Setiap risiko kanker payudara pada wanita dapat mempunyai kemungkinan yang lebih tinggi atau lebih rendah, bergantung pada beberapa faktor yang meliputi riwayat keluarga, genetik, usia saat menstruasi pertama, dan faktor-faktor lainnya. Ketika wanita dengan usia muda terkena kanker payudara, maka ada kecenderungan perkembangan kanker tersebut lebih agresif dibandingkan wanita dengan usia yang lebih tua. Hal inilah yang mungkin menjelaskan mengapa angka harapan hidup pada wanita usia muda lebih rendah. Angka harapan hidup wanita yang mengidap kanker payudara.

Angka harapan hidup berdasarkan usia ditemukannya kanker payudara:

- Usia < 45 tahun, memiliki harapan hidup dari kanker payudara sekitar 81%
- Usia 45-64 tahun, memiliki harapan hidup sekitar 85%
- Usia 65 tahun atau lebih, memiliki harapan hidup sekitar 86%

Pada kanker payudara tidak seperti kanker leher rahim yang dapat diketahui etiologi dan perjalanan penyakitnya secara jelas, penyakit kanker payudara belum dapat dijelaskan. Akan tetapi, banyak penelitian yang menunjukkan adanya beberapa faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko atau kemungkinan untuk terjadinya kanker payudara. Faktor-faktor tersebut disebut sebagai faktor risiko. Perlu diingat, apabila seorang perempuan memiliki faktor risiko, bukan berarti perempuan tersebut pasti akan menderita kanker payudara, tetapi faktor tersebut akan meningkatan kemungkinannya untuk menderita kanker payudara. Banyak perempuan yang mempunyai satu atau beberapa faktor risiko, tetapi tidak pernah menderita kanker payudara sampai akhir hidupnya.

Kanker payudara tidak menyerang kulit payudara yang berfungsi sebagai pembungkus. Kanker payudara menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tidak terkendali.

Kanker payudara merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh kaum wanita. Meskipun demikian, berdasarkan penemuan terakhir, kaum pria pun bisa terkena kanker payudara. Dari hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa satu dari delapan wanita terkena kanker payudara. Di Indonesia, kanker payudara merupakan kanker kedua paling banyak diderita kaum wanita setelah kanker mulut rahim/leher rahim. Kanker payudara umumnya menyerang wanita yang telah berumur lebih dari 40 tahun. Namun demikian, wanita muda pun bisa terserang kanker ini.

Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Payudara Wanita

Perawatan wanita terdiri dalam kumpulan kelenjar dan  jaringan lemak yang terletak diantara kulit dann tulang dada. Untuk mengetahui apakah keadaan payudara normal atau tidak sebaiknya rajin melakukan pemeriksan payudar sendiri (SADARI). Kanker adalah benjolan yang terjadi pada tubuh, yang terjadi karena berbagai sebab, bisa terjadi karena pertumbuhan sel yang berlebihan, pernah terjadi benturan yang berat, trauma dan masih banyak lagi sebab yang lain, dan disebut dengan tumor. Kanker itu sendiri merupakan jenis tumor yang ganas, yang dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain (metastase) dimana hal ini dapat terjadi melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Gejala kanker payudara wanita adalah :

  1. Terjadi benjolan yang permanen
  2. Benjolan itu tidak sakit dan terasa keras ketika disentuh
  3. Terjadi penebalan pada kulit payudara atau disekitar letiak
  4. Perubahan ukuran dan bentuk payudara
  5. Kulit payudara berkerut
  6. Dari payudara keluar cairan berupa darah
  7. Terjadi tarikan pada puting susu.

Cara mendeteksi adanya kanker payudara wanita adalah :

  1. Pemeriksaan payudara sendiri sebelum menstruasi apakah ada benjolan, kulit bersisik sekitar putting, susu keluar cairan berupa dara, cekungan pada kulit payudara, perubahan bentuk dan ukuran payudara.
  2. Pemeriksaan medis secara berkala dan oleh tenaga medis.

Cara mencegah kanker payudara wanita adalah :

  1. Berolharaga secara teratur
  2. Mengurangi makanan berlemak
  3. Jika makan daging, jangan memasaknya terlalu matang
  4. Makan lebih bnayak buah dan sayuran
  5. Mengonsumsi suplemen anti-oksian
  6. Makan makanan yang mengandung kedelai
  7. Banyak mengonsumsi kacang-kacangan
  8. Jangan memakai narkoba.
  9. Selalu memperhatikan berat badan
  10. Kurangi xeno-estrogens dengan cara mengonsumsi makanan daging,  ayam, itik, produk susu
  11. Banyak berjemur dibawah sinar matahari pagi
  12. Berikan ASI kepada bayi Anda.

Penyakit kanker payudara wanita masih mempunyai kemungkinan besar untuk disembuhkan kalau ditemukan ketika masih pada tahap awal atau dini. Dengan demikian penemuan kanker payuduara sejak dini sangatlah penting untuk sebuah kesembuhan. Tujuan utama deteksi dini kanker payudara adalah untuk menemukan kanker dalam stadium dini sehingga pengobatnnya menjadi lebih baik. Ternyata 75-85% keganasan kanker payudara ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan payudara sendiri. Deteksi dini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Ini adalah pemeriksaan yang mudah dilakukan oleh setiap wanita untuk mencari benjolan ata kelainan lainnya. Dengan posisi tegak menghadap kaca dan berbaring, dilakukan pengamatan dan perabaan payudara secara sistematis. Pemeriksaan ini ilakukan secara rutin sehabis haid, sekitar 1 minggu setelah haid. Bila  sudah menopause, lakukan pada tanggal tertentu setiap bulannya. Jika ditemukan benjolan di payudara, segera hubungi dokter pemeriksan lebih lanjut.

Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pembedahan Kanker Payudara

Selama dua decade terakhir telah terjadi perubahan yang bermakna dari pelaksanaan pembedahan kanker payudara, dan melewati abad ke-20 tindakan bedah konvensional mstektomi radikal atau modifikasinya masih menempati pilihan terapi. Sejarah mastektomi radikal diperkenalkan Halsted yang saat itu diartikan operasi radikal bagi penyembuhan kanker payudara tindakan tersebut meliputi pengangkatan jaringan payudara yang melibatkan sebagian kulit atasnya dan kompleks areola papilla, sebagian besar muskulus pektoralis dan seluruh kelenar getah bening ketiak secara bersamaan enbloc bahkan kemudian juga kelenjar getah bening daerah suprakfikularis pada beberapa kasus. Mastektomi ini diterima karena hasilnya nyata dalam pembedahan kanker payudara.

Beberapa tahun selanjutnya ditemukan tindakan pembedahan kanker payudara yang kurang mutilatif dengan cara preservasi kedua muskulus pektoralis atau mengangkat muskulus pektoralis minor dan masktektomi tadikal modifrikasi ini ternyata memiliki efektivitas yang sama dalam hal control lokoregional dan angka harapan hidup bila dibandingkan dengan mastektomi radikal modifikasi ini telah menjadi tindakan pembedahan penyakit kanker payudara yang baku dan pilihan bagi kanker payudara stadium dini. Pada tahun-tahun kemudian, studi-studi lebih banyak dilakukan dengan tindakan pembedahan yang lebih konservatif. Dengan tindakan konservatif BCT, tumor diangkat dengan menyertakan jaringan normal sekelilingnya sebatas sayatan 1-2 cm. Bilamana tindakan beda konservatif dilakukan maka terapi radiasi merupakan suatu keharusan guna mencapai angka control lokal yang memadai.

Di Indonesia sampai pertengahan tahun 90-an, BCT masih merupakan alternative terapi pada pembedahan kanker payudara stadium dini dan mastektomi radikal modifikasi tetap protocol terapi pilihan. Dengan mengikuti dan mencoba mengaktualisasikan perkembangan ilmu  pengetahuan dan teknolohi yang terus maju baik di bidang ilmu onkologi maupun teknologi  kedokteran yang tepat guna, maka paradigm lama dalam terapi kanker payudara yang berbunyi “ bila  ditemukan tumor ganas yang masih dini, masih bisa diobati dengan diawali operasi  dengan pengangkatan payudara seluruhnya (mastektomi), bila ditemukan tumor ganas tersebut dalam stadium lanjut, maka sudah tidak akan bisa dioperasi lagi meskipun pasien akhirnya bersedia perlu diganti dengan pendekatan terapi baru yang sejalan dengan rasionalitas dan sikap penerimaan pasien, bahwa penemuan tumor semakin dini akan diobati dengan semakin kurang mutulatif, sehingga nilai kosmetik makin bia dipertahankan tanpa mengurangi nilai kurattif. Hal ini akan menunjang pula strategi penjaringan deteksi dini  dan terapi dini dengan modalitas yang terjangkau biayanya, serta ikut menuntun langkah maju dalam pemilihan sasaran perkembangan sesuai dengan prioritas suatu rumah sakit yang mempunyai predikat sebagia pusat kanker nasional. Dengan meningkatnya kualitas pelayanan dan sarana yang disediakan akan ikut mendorong minat serta kesadaran pasien terhadap kondisi penyakitnya dan kemajuan pemilihan terhadap terapinya.

Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Resiko Kanker Payudara

Secara garis besar, sebenarnya kelainan pada payuduara dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu kelainan infeksi atau peradangan maupun kelainan neoplastik (ada pertumbuhan jarngan baru pada payudara). Kelainan neoplastik sendiri dibagi menjadi dua, yaitu lesi (perubahan sel/jaringan) ganas dan jinak. Wanita didiagnosis dengan kelainan-kelainan payudara yang dapat meningkatkan resiko kanker payudara.

Dibawah ini beberapa kelainan diatas mempunyai resiko kanker payudara yang akan berkembang adalah :

  1. Lesi non-poliferatif kelainan ini mempunyai peluang kecil untuk berkembang menjadi kanker payudara, antara lain penyakit fibrokistik, adenosis, fibroadenoma simpleks, papilloma, radang pada payudara (mastitis), tumor jinak seperti lipoma (tumor jinak pada jaringan lemak), hemangima (tumor jinak pada bagian pembuluh darah), dan neurofibroma (tumor jinak pada jaringan ikat dan saraf payudara)
  2. Lesi proliferative tanpa kelainan atipik, kelainan ini menunjukkan perumbuhan yang cepat dari saluran kelenjar jaringan payudara, antara lain yaitu hyperplasia duktus, fibroadenoma kompleks, adenosis sklerosing dan papillomatosis.
  3. Lesi proliferaif dengan kelainan atipik, kelainan ini mempunyai efek yang lebih kuat dalam meningkatkan resiko kanker payudara, yaitu sebesar 4-5 kali lipat, berbeda dengan hasil proliferative tanpa kelainan atipik yang hanya meningkatkan resiko kanker payudara 2 kali lipat. Kelainan ini terdiri atas hyperplasia duktus atipik dan hyperplasia lobules atipik.

Penentuan stadium kanker payudara merupakan penderjatan kanker payudara secara klinis yang didasarkan pada system yang dikenal sebagia system TNM yang merupakan singkatan dari Tumor, Nodul, dan Metastatis. Jadi secara garis besar, stadium kanker seseroang dilihat dari besar kecilnya ukuran tumor primer (tumor yang tumbuh pertama kali pada jaringan payudara kemudian meawakili T untuk Tumor, ada tidaknya penyebaran kanker pembuluh getah bening redional, kemudian mewakili N untuk Nodul, dan ada tidaknya bukti penyebaran sel kanker melalui aliran pembuluh darah seperti ke tulang, hatil, paru, otak dan lain-lain, kemudian mewakili M untuk Metastatis (penyebaran jauh).

Penemuan dini merupakan strategi lain untuk down staging. Penemuan dini dimulai dengan peningkatan kesaran masyarakat tentang perubahan bentuk atau adanya kelainan di payudara mereka sendiri. Permasyarakatan kegiatan SADARI bagi semua wanita dimulai sejak usia subur sebab 85% kelainan dipayudara justru pertama kali dikelai oleh penderita bila tidak dilakukan penapisa massal. Sebelum melakukan pemeriksaan, ubu atau klien perlu kmendapat informasi yang akurat mengenai penyakit tersebut dan tindakan pengobatannya. Tenaga kesehatan haris mendorong semua ibu atau klien khususnya yang berusia 30-50 tahun, untuk melakukan deteksi dini kanker payudara. Ibu atau klien juga butuh konseling untuk membantu mereka membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan, terutama bila dibutuhkan rujukan. Beberapa hal penting yang harus disampaikan dalam konseling adalah sebagai berikut :

  1. Apa yang dimaksud dengan kanker payudara dan bagaimana mendeteksinya?
  2. Apa faltor resiko yang menyebabkan tumbuhnya penyakit kanker dan yang dapat dilakukan untuk mencegahnya?
  3. Apa yang akan dilakukan pada saaat pemeriksaan dan
  4. Penjelasan singkat hasil pemeriksaan dan rujukan bila dibutuhkan.
Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Payudara dan Pengobatannya

Kanker menyerang dari berbagai cara, sebagian besar diantaranya belum sepenuhnya dipahami, dan apa yang berguna bagi seseorang yang belum tentu sama bergunanya bagi orang lain. Selain menganjurkan makanan yang dapat membantu Anda “langkah makanan” yang ditawarkan beberapa perlindunggan lewat daftar hal-hal yang harus dilakukan. Pilihlah lebih banyak makanan yang dapat melindungi Anda dari kanker. Mengapa? Karena, tampaknya efetk terpenting makanan bisa kita petik melalui penghambatan proses dari kanker.

Beberapa kutipan pernyataan dari berbagai penelitian yang dilakukan sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan para wanita di seluruh dunia untuk menekan pertumbuhan dari kanker payudara dan menghambat perkembangan kanker payudara di kalangan para wanita yang mengancam jiwa.

- Konsumsi sayur dan buah dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara
- Mungkin jenis makanan tertentu yang mengandung karotenoid pada makanan menurunkan risiko kanker payudara
- Makanan banyak makanan berserat menurunkan risiko kanker payudara
- Melakukan aktivitas fisik dapat menurunkan risiko kanker payudara

Beberapa jenis makanan dan kandungan dalam makanan yang baik untuk menekan angka pertumbuhan dari kanker payudara :

1. Selenium dan kanker

Berbagai bentuk selenium diketahui mampu membunuh sel-sel kanker dan membatasi kemampuan sel-sel itu untuk memperbanyak diri. meatbolit selenium, metiselenol, memiliki efektivitas 3-4 kali lebi besar dalam membunuh sel-sel kanker tertentu dan menghindari pecahnya DNA yang berbahaya, dibandingkan senyawa-senyawa selenium yang lain yang diteliti. Selenium dapat ditemukan dalam serelia utuh, kacang-kacangan, kacang brasil, makanan laut, daging tanpa lemak, telur dan buah serta sayuran yang tumbuh di tanah yang kaya akan selenium.

2. Polifenol teh dan kanker

Polifenol teh adalah salah satu dari sedikit agen yang tampkanya mempengaruhi karsinogen (zat penyebab kanker) pada tahap inisiasi, promosi dan progresi. Kekuatan penghambat kanker dari telah ini telah cukup terbukti lewat penelitian cell line hewan dan manusia.

3. Buah-sayur dan kanker payudara

Kita semua tahu bahwa buah dan sayur (sarat akan vitamin, mineral, serat dan fitokimia penting) menyehatkan. Kita pun takkan terkejut manakala mendengar bahwa makanan ini dapat membantu mengurangi sebagian besar kanker. Sebagian vitamin, mineral, dan fitokimia pada buah dam sayur bertindak sebagai antioksidan yang menghambat sedikitnya satu langkah dalam proses perkembangan kanker yakni kerusakan DNA.

4. Vitamin, antioksidan, karotenoid dan kanker payudara

Banyak peneliti mencurigai adanya hubungan antara antioksidan, karotenoid dan kanker payudara, tetapi penelitian yang telah dilakukan sejauh ini belum dapat memastikannya. Mungkin kita perlu melihat efek antioksidan dan karotenoid (dalam makanan) pada kanker payudara terhadap wanita pramenopause saja.

Para peneliti di Harvard mempelajari data dari 2.697 wanita yang menderita kanker payudara invasif (784 wanita menopause dan 1.913 pascamenopause). Mereka menemukan hubungan antara asupan makanan yang mengandung karoten alfa dan beta lutein/zeaksanitin, vitamin C dan vitamin A dalam kadar yang lebih tinggi dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah khususnya diantara wanita pramenopause dengan riwayat kanker payudara di dalam keluarga.

Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Kanker Payudara

Berdasarkan penelitian pada tahun 1980-an dan 1990-an, diperkirakan sekitar 35% kematian akibat kanker berhubungan dengan makanan. Sekitar 40% kanker pada pria dan 60% kanker pada wantia berhubungan denggan makanan. Masalahnya, peran sesungguhnya dari makanan jenis tertentu dan jumlahnya yang menyebabkan atau membantu mencegah kanker masih belum jelas.

Beberapa jenis makanan yang diduga meningkatkan risiko akan tumbuhnya kanker payudara yang semakin berkembang adalah jenis makanan yang mengandung lemak baik lemak jenuh maupun lemak tak jenuh dan alkohol yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya sejumlah kanker.

Lemak dan Kanker payudara

Sesungguhnya lemak berhubunugan dengan kanker payudara dalam tiga cara : jumlah lemak dalam tubuh, jumlah total lemak dalam makanan dan jenis lemak dalam makanan. Kita belum tahu semua rinciannya, tetapi tampaknya untuk kanker kita harus melakukan apa yang kita lakukan pada penyakit jantung berusaha menghindari hidangan yang kaya lemak jenuh dan lemak hewani.

Bagaimana jumlah lemak bisa mempengaruhi risiko kanker payudara? Salah satu penjelasan yang paling baik adalah bahwa makan jauh lebih sedikit lemak (kurang dari 20% kalori) dapat membuat Anda makan lebih sedikit kalori secara keseluruham. Makan lebih sedikit kalori dapat mengurangi timbunan jaringan adiposa (yang berarti lebih sedikit lemak tubuh) dan produksi hormon.

Lemak tubuh berlebih di sekeliling pinggang diketahui berhubungan dengan lebih tingginya kadar estrogen yang tersedia dalam tubuh dan dengan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita pasca menopause.

Alkohol dan Kanker Payudara

Kendati tidak dipandang sebagai bukti yang kuat, serangkaian luas penelitian pada laboratorium dan pada populasi menunjukkan bahwa alkohol dapat memperngaruhi tahap inisiasi, promosi dan proresi kanker.

Anda mungkin sudah dapat menduga bahwa konsumen alkohol yang tinggi berkaitan dengan kanker hati. Namun, rupanya tidak hanya itu, konsumsi alkohol juga dikaitkan dengan kanker payuadara maupun kanker rektum, mulut, tenggorok, faring, laring, usus, kandung kemih dan paru-paru. Dan alkohol plus rokok tampaknya berpeluang lebih besar menyebabkan kanker ketimbang bila orang harus menggunakan alkohol saja atau rokok saja.

Penelitian Nurse’s Health Study menemukan bahwa wanita yang minum 1-2 gelas alkohol memiliki tingkat kejadian kanker payudara 50% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum alkohol sama seksli. Minum bir tampaknya lebih meningkatkan risiko kanker pada pria dan wanita dibandingakn dengan minuman beralakohol lainnya.

Kenaikan berat badan dan Kanker payudara

Sebagian besar dari kita, para wanita tidak memerlukan penelitian untuk memberitahu kita bahwa wanita lebih mudah mengalami kenaikan berat badan dibandingakan pria. Salah satu alasan bagi perbedaan antara pria dan wanita sehubungan dengan obesitas ini adalah fluktuasi konsentrasi hormon reproduksi selama hidup wanita, yang mencondongkan mereka pada kenaikan berat badan secara berlebihan.

Menurut teori, kenaikan berat badan meningkatkan risiko kanker karena lemak tubuh menghasilkan estrogen yang kemudian dapat merangsang pertumbuhan tumor payudara. Para peneliti di Harvard mengamati, setelah melacak lebih dari 95.000 perawat selama 16 tahun, bahwa 16% kasus kanker payudara pasca menopause dapat dilacak dan berujung pada kenaikan berat badan. Ada beberapa alasan bagi hubungan ini :

- Jaringan lemak menyimpan bahan kimia yang karsinogenik
- Asupan kalori berlebih akan membuat sel-sel lebih mudah memperbanyak diri
- Simpanan lemak dapat merangsang produksi hormon estrogen berlebih (dan dalam kadar tinggi, hormon ini mendorong pertumbuhan beberapa jenis tumor payudara).

Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pemeriksaan Penyakit Kanker Payudara

Sekitar 80% benjolan pada payudara itu jinak (bukan kanker). Namun, setiap benjolan yang ditemukan oleh Anda sendiri atau dokter harus diperiksa sesegera mungkin kalau-kalau itu kanker. Tumor payudara yang tumbuh-lambat, sekitar 25% dari semua kasus, cenderung paling mungkin disembuhkan karena biasanya tidak menyebar dan berpeluang lebih besar untuk terdeteksi melalui mamogram ketimbang melalui pemeriksaan klinis atau pemeriksaan payudara mandiri.

Tumor yang tumbuh-sedang meliputi sekitar 50% kasus kanker payudara dan juga sangat mungkin diobati. Tumor payudara ini terdeteksi lewat mamogram serta pemeriksaan klinis dan/atau pemeriksaan payudara mandiri.

Jadi, tumor tumbuh-cepat sajalah yang lebih agresif. Karena berbagai alasan yang mungkin (kecenderungan genetis atau kadar estrogen yang lebih tinggi), tumor ini menyebar lebih cepat pada wanita yang belum menginjal masa menopause (pramenopause). Tumor jenis ini sangat berbahaya karena dapat menyebar sebelum terdeteksi lewat mamogram atau lewat pemeriksaan klinis dan/atau pemeriksaan payudara sendiri.

Pada saat ini, teknik paling efektif untuk deteksi kanker payudara adalah mamografi. Mamografi adalah prosedur sinar X dosis rendah yang dapat mendeteksi tumor kecil dan kelainan payudara sampai dua tahun sebelum tumor atau kelainan itu dapat teraba. Makin dini tumor pada payudara ditemukan, makin dapat diobati dan makin besar kemungkinan sembuhnya. Tak mengejutkan bahwa pelaksanaan mamogram secara teratur akan menurunkan peluang seseorang meninggal akibat kanker payudara.

Bagaimana dengan pemeriksaan payudara mandi secara teratur? Sampai sekarang, masih menjadi ide bagus untuk memeriksa payudara jika temukan adanya suatu benjolan yang mencurigakan pada payudara atau kelainan apapun sekedar untuk memastikan.

Untuk mengetahui kemungkinan menjalani mamogram hanya sekali setahun atau sekali dua tahun, sementara pemeriksaan payudara mandiri adalah sesuatu yang bisa Anda lakukan kapan saja. Apapun yang dilakukan untuk mendeteksi tumor secara lebih cepat layak untuk dicoba. Pernahkah dokter atau perawat melakukan pemeriksaan klinis payudara ketika pasien datang untuk memeriksa ginekologis tahunan. Jika mereka tidak melakukannya secara otomatis setiap tahun.

Tidak semua kanker payudara membentuk benjolan. Berikut adalah tanda lain yang mungkin muncul pada kanker payudara. Jika Anda menemukan salah satu di antaranya segera hubungi dokter :

- Benjolan atau penebalan di dekat payudara atau di daerah ketiak
- Perubahan ukuran atau bentuk payudara
- Adanya cairan yang keluar dari puting (walaupun kanker jarang jadi penyebabnya)
- Puting yang kadang-kadang tertekuk ke dalam (retracted nipple)
- Perubahan warna kulit atau perubahan rasa pada kulit payudara, areola, atau puting (selalu tertekuk ke dalam/inverted nipple, mengerut, atau bersisik)
- Pembengkakan, warna kemerahan, atau rasa panas pada payudara

Kanker payudara diketahui berkembang lebih cepat di antara wanita yang :

1. Mendapat menstruasi pertama kali sebelum usia 12 tahun
2. Mencapai menopause lebih terlambat (setelah usia 55 tahun)
3. Terlambat punya anak (punya anak pertama kali setelah usia 30 tahun atau tidak punya anak sama sekali)
4. Tidak menyusui
5. Punya berat badan berlebih (30% atau lebih di atas berat badan “ideal”, menurut usia dan tinggi badan).

Hal-hal di atas diperkirakan dapat meningkatkan atau memperlama kadar estrogen yang beredar dalam tubuh wanita. Misalnya, ketika Anda hamil atau menyusui, produksi hormon estrogen terhenti.

Beberapa faktor risiko potensial lain masih diteliti (sebagian masih dianggap kontrovensial) :

- Biopsi abnormal (wanita dengan sel-sel abnormal atau sel-sel prakanker pada benjolan payudara, seperti kista atau fibroadenoma)
- Pajanan terhadap asap rokok
- Penggunaan kontrasepsi oral atau terapi sulih hormon
- Aborsi yang disengaja
- Tingkat olahraga
- Pajanan terhadap pestisida

Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Payudara Wanita

Pada umumnya, makin ua usia kita, makin tinggi risiko terkena kanker payudara. Hanya sekitar 5% pasien kanker payudara yang berusia di bawah 40 tahun. Namun, makin muda usia kita, kanker payudara cenderung makin fatal. Sesungguhnya ini adalah penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita antara usia 15-54 tahun.

Risiko seumur hidup “1 dari 9” untuk terkena kanker payudara sudah cukup menakutkan. Bagaimanapun, statistik mencakup orang yang berusia 90 an dan 30 an. Menurut National Cancer Institute, risiko kanker payudara bagi wanita di bawah usia 35 tahun adalah 1 dari 622 orang. Risiko ini meningkat menjadi 1 dari 93 orang yang berusia 45 tahun dan 1 dari 33 orang yang berusia 55 tahun. Pada usia 65 tahun, risiko kanker payudara ini akan naik menjadi 1 dari 17 orang.

Semua kanker payudara sama-sama memiliki cacat pada DNA atau kode genteis yang biasanya mengatur proses pembelahan sel. Pada kanker, terjadi salah satu dari tiga hal berikut :

- Percepatan pertumbuhan sel
- Tidak terjadi pengendalian mekanisme untuk memperlambat kanker payudara
- Mekanisme perbaikan DNA tidak bekerja

Setiap hari, beribu-ribu kali tubuh yang sehat mengatasi gangguan mirip kanker. Mungkin kanker bermula ketiak proses penguraian teratur yang norla tidak diperbaiki oleh tubuh kita. Kanker tidak terjadi akibat satu peristiwa saja, melainkan berkembang dalam proses yang bisa memakan waktu dua dekade atau lebih. Risiko kanker meningkat seiring pajanan teratur akan karsinogen selama bertahun-tahun.

Ada tiga tahapan utama dalam perkembangan kanker :

1. Inisiasi : Agen penyebab kanker merusak materi genetis sebuah sel

2. Promosi : sel-sel yang rusak terpajan pada bahan kimi ayang mempercepat proses pembelahan sel. Diperlukan pajanan jangka panjang pada “pemicu-pmicu” ini agar kanker dapat berkembang. Faktor zat gizi (nutrisi) diperkirakan berkontribusi paling besar pada kanker di tahap ini.

3. Progresi : Sel-sel menjadi sangat ganas dan mampu bermetatasis (menyebar) ke bagian-bagian tubuh yang lain.

Kita tahu bahwa pembentukan benjolan kanker merupakan proses panjang yang mencakup rangkaian peristiwa biologis dari sel-sel payudara normal sampai menjadi benjolan kanker. Namun, kita belum tahu kapan inisiasi kanker payudara terjadi dan mengapa.

Diperlukan 1 milliar sel kanker untuk membntuk tumor ukuran 1cm. Para penilit yakin bahwa kanker dapat tumbuh selama 8 tahun sebelum terdeteksi oleh sinar X. Sebagian peneliti percaya bahwa setidaknya 50% kasus kanker payudara dapat “dijelaskan” oleh faktor risiko yang telah diketahui atau diduga, termasuk hal-hal yang dapat diubah (apa yang anda makan, berat badan berlebih, tidak berolahraga secara teratur, dan konsumsi alkohol).

Sel-sel tumor payudara seiring berjalannywa waktu dapat masuk ke peredaran darah dan sistem getah bening serta mulai tumbuh di organ-organ lain (biasanya hati, paru-paru, atau tulang).

Sekitar 5% wanita dengan kanker payudara mengalaminya karena faktor keturunan. Para wanita ini biasnaya mulai mengalami perkembangan kanker payudara sebelum menopause dan punya beberapa anggota keluarga yang menderita penyakit serupa. Salah satu cara untuk mendeteksi risiko penyakit keturunan ini adalah dengan menghitung mutasi pada dua gen tertentu (BRCA 1 dan BRCA 2). Akan tetapi tes gentika yang kontrovensi ini hanya dapat mengatakan apakah Anda berpeluang besar untuk terkena kanker payudara lebih besar. Tes ini tidak dapat memastikan kalau Anda tidak akan pernah terkena, mengingat sebagian besar kasus kanker payudara pada wanita tidak disebabkan oleh faktor keturunan.

Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Stadium Kanker Payudara dan Pengobatannya

Penyakit kanker payudara dapat dikethaui secara pasti dengan tindakan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan sel payudara yang benjol. Cara ini dapat mengetahui jenis pertumbuhan sel yang dialami. Apakah bersifat umor jinak atau tumor ganas (kanker). Selain itu, dokter biasanya menyarankan untuk dilakukan tes penanda tumor CA 15-3 dengan cara mengambil sampel darah. Tujunnya untuk mengetahui penyebaran tumor atau risiko kekambuhan.

Penentuan Stadium Kanker Payudara

Dalam melakukan pengobatan kanker payudara, biasanya dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor antara lain grade kanker, status hormon reseptor, status HER2 dan kondisi spesifik pasien seperti usia dan faktor menopause.

a. Grade Kanker

Peningkatan grade kanker terdiri dari grade 1-3. Grade yang lebih rendah berarti pertumbuhan kankernya lambat. Sebaliknya, grade yang lebih tinggi berarti sel kanker lebih cepat berkembang.

b. Status Hormon Reseptor

Estrogen dan progesteron merupakan hormon yang sering melekat pada reseptor bdeberapa sel kanker payudara sebagai bahan bakar pertumbuhan sel tersebut. Sampel biopso dapat diuji untuk melihat apakah sel-sel kanker memiliki reseptor estrogen dan atau progesteron. Jika tidak ada sering disebut sebagai ER positif. Hal ini berarti sel kanker lebih cenderung memiliki prognosisi atau hasil yang lebih baik dan lebih mungkin merespon saat dilakukan terapi hormon. Dua dari tiga kasus kanker payudara setidaknya memiliki salah satu jenis reseptor tersebut.

c. Status HER2

Sekitar satu dari lima kasus kanker payudara terlalu banyak memiliki protein yang disebut HER2. Sel-sel kanker disertai peningkatan HER2 disebut HER2-positif serta cenderung tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada jenis kanker payudara lainnya. Pengujian HER 2 harus dilakukan pada semua wanita yang baru terdiagnosis kanker payudara.

Stadium adalah proses mencari tahu seberapa luasnya kanker tersebut pada saat ditemukan. Stadium kanker merupakan faktor terpenting dalam menentukan pilihan pengobatan kanker payudara.

Rekomendasi The American Society of Clinical Oncologists (ASCO) mengenai penggunaan terapi hormon bagi pasien kanker payudara yang memiliki reseptor hormon positif serta berdasar stadium kanker dan status menopause sebagai berikut :

- Kanker payudara stadium awal dan pasca menopause

Terapi hormon yang dierekomendasikan untuk pertama kali adalah diberikan aromatse inhibitor (Arimidex). Wanita yang sudah menggunakan tamoxifen selama 2-3 tahun dapat menpertimbangkan untuk beralih menggunakan aromaterase inhibitor seperti Femara.

- Kanker payduara stadium awal dan menopause

Pasien kanaker pada kondisi ini direkpmendasikan untuk menerima tamoxifen.

- Kanker payudara stadium lanjut

Pengobatan menggunakan aromatase inhibitor seperti Femara dapat digunakan setelah 2-5 tahun penggunaan tamoxifen atau ketika sel-sel kanker sudah tidak merespon pengobatan menggunakan tamoxifen. Apabila sel-sel kanker juga sudah tidak respon terhadap aromatse inhibitor maupun tamoxifen, maka dipertimbangkan penggunaan Faslodex.

Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Kanker Payudara

Kanker payudara adalah keganasan yang bermula dari sel-sel di payudara. Kanker payudara terutama menyerang wanita, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pula pada pria. Sebagian besar kanker payudara bermula pada sel-sel yang melapisi duktus (kanker duktal). Beberapa bermula di lobulus (kanker lobular) dan sebagian kecil bermula di jaringan payudara yang lain.

Kanker payudara digolongkan menjadi beberapa jenis kanker payudara, di antaranya yakni :

1. Duktal Karsinoma In Situ (DCIS)

Jenis ini merupakan tipe kanker payudara non invasif paling umum. DCIS berarti sel-sel kanker berada di dalam duktus dan belum menyebar keluar dinding duktus ke jaringan payudara di sekitarnya. Sekitar 1-5 kasus baru kanker payudara adalah DCIS. Hampir semua wanita dengan kanker tahap ini dapat disembuhkan. Mamografi merupakan cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara.

2. Lobular Karsinoma In Situ (LCIS)

Sebenarnya LCIS bukan kanker, tetapi LCIS terkadnag digolongkan sebagai tipe kanker payudara non invasif. Bermula dari kelenjar yang memproduksi air susu, tetapi tidak berkembang melewati dinding lobulus. Kebanyakan ahli kanker berpendapat bahwa LCIS sering tidak menjadi kanker invasif, tetapi wanita dengan kondisi ini memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker payudara invasif pada payudara yang sama atau berbeda. Untuk itu, mamografi rutin sangat disarankan.

c. Invasif atau Infiltrating Duktal Karsinoma (IDC)

IDC merupakan jenis kanker payudara yang paling umum dijumpai. Timbulnya sel kanker payudara bermula dari duktus, menerobos dinding duktus dan berkembang ke dalam jaringan lemak payudara. Kanker akan menyebar (bermetastasis) ke organ tubuh lainnya melalui sistem getah bening dan aliran darah. Sekitar 8-10 kasus kanker payudara invasif merupakan jenis ini.

d. Invasif atau infiltrating Lobular Karsinoma (ILC)

Kanker jenis ini dimulai dari lobulus. Seperti IDC, ILC dapat menyebar atau bermetastasis ke bagian lain di dalam tubuh.

e. Kanker Payudara Terinflamasi (IBC)

IBC merupakan jenis kanker payudara invasif yang jarang terjadi. Hanya sekitar 1-3% dari semua kasus kanker payudara adalah jenis IBC. Kasus IBC biasanya tidak terjadi benjolan tunggal atau tumor pada payudara. Sebaliknya kanker payudara ini membuat kulit payudara terlihat memerah dan terasa hangat. Kulit payudara juga tampak tebal dan mengerut seperti kulit jeruk.

Biasanya dokter baru mengetahui terjadinya perubahan ini karena sel-sel kanker telah menghambat pembuluh getah bening di kulit. Bukan karena adanya inflamasi, peradangan atau infeksi. Payudara yang terinvasi biasanya berukuran lebih besar, payudara terasa lebih kenyal, terkadang adapula yang lembek dan menimbulkan gatal di sekitar kulit payudara yang terinvasi. Jenis kanker payudara ini cenderung menyebar dan memiliki prognosis yang buruk dibadingkan dengan kanker payudara tipe IBC dan ILC.

Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tentang Penyakit Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan keganasan yang paling banyak pada wanita. Selain merupakan penyakit yang didominasi oeh wanita (99% kanker payudara terjadi pada wanita), namun kanker ini juga merupakan penyakit yang berhubungan dengan penuaan. Risiko seumur hidup untuk tumbunya kanker payudara sebagian besar terpusat pada periode perimenopause dan pasca menopause. Pengaruh penuaan pada risiko kanker payudara tidak secara luas diketahui oleh masyarakat. Wanita usia lanjut cenderung meremehkan risiko ini dan banyak wanita berusia di bawah 50 tahun justru terlalu khawatir terhadap risiko terkena kanker payudara. Akibatnya, kedua kelompok wanita ini seringkali menyalahartikan manfaat program skrining kanker payudara.

Kanker payudara dapat tumbuh dimana saja pada kelenjar mammae. Tumor biasanya dikelompokkan berdasarkan asal selnya : lobular dan duktal. Karsinoma duktal mencakup 85% kanker payudara dan dapat besifat nonivansif (intraduktal) maupun infiltratif. Karsinoma duktal yang secara histologis ditemukan pada membran basal duktus disebut karsinoma intraduktal atau karsinoma duktal in situ (ductal carcinoma in situ, DCIS). DCIS diperkirakan merupakan lesi prekursor untuk terjadinya karsinoma invasif. Setidaknya 33% lesi ini akan berkanjut menjadi kanker yang invasif dalam 5 tahun.

Setelah membran basal duktusu tertembus, maka telah terjadi karsinoma invasif. Tip karsinoma invsif yang paling banyak adalah karsinoma duktal (tidak ada jenis tertentu) yang mencakup 79% dari seluruh karsinoma invasif. Jenis terbanyak berikutnya adalah karsinoma lobular. Lesi ini berkembang dari duktus terminal pada alveoli dan mencakup sekitar 10% kanker payudara invasif. Jenis karsinoma infiltratif yang lebih jarang adalah karsinoma meduler, karsinoma musinosa (koloid) dan penyakit paget. Penyakit paget merupakan subtipe khusus dari karsinoma duktal infiltratif yang berlokasi pada duktus laktiferus utama. Pada penyakit paget terjadi perubahan eksematosa pada puting dan aerola duktus yang terkena. Perubahan kulit menjadi tanda utama pada penyakit ini walaupun kanker telah bekembang beberapa jam.

Kanker payudara bermetastasis pertama kali ke kelenjar limfe aksila regional. Lokasi metastasis jauh yang paling sering adalah tulang, hati, paru, pleura dan otak. Pasien-pasien dengan riwayat kelenjar aksila negatif memiliki kemungkinan bertahan hidup jauh lebih baik dibandingkan pasien dengan kelenjar aksila positif. Prognosis akhir penyakit ini sangat bergantung pada ukuran tumor, jumlah kelenjar limfe yang terlibat, dan ada atau tidaknya invasi limfovaskular (lymphovascular invasion, LVI).

Terapi kanker payudara invasif biasanya multimodlitas, namun sangat bergantung pada tahap penyakit saat didiagnosis. Pilihan operasi meliputi mastektomi radikal yang dimodifikasi atau lumpektomi dengan radiasi lokal. Diseksi kelenjar limfe aksila ipsilateral juga umum dilakukan. Wanita dengan kelenjar limfe positif biasanya mendapatkan tambahan kemoterapi antineoplastik. Mereka dengan kelenjar limfe negatif akan mendapatkan kemoterapi ajuvan jika memiliki tumor proimer yang besar atau terdapat LVI, karena keduanya menandakan adnaya risiko rekurensi tumor yang tinggi. Tamoksifen merupakan obat dengan sifat estrogenik dan antiestrogenik. Obat ini merupakan terapi endokrin yang paling banyak digunakan untuk kanker payudara. Sebelum melakukan terapi endokrin, penting untuk mengetahui status reseptor estrogen dan progesteron pada tumor karena hanya tumor dengan reseptor yang positif yang diperkirakan dapat merespons obat-obatan seperti tamoksifen.

Posted in Penyakit Kanker Payudara | Tagged , , , , , , , | Leave a comment